• GAWAZAT PINDAH KANTOR, BERLAKUKAN SISTEM DIGITAL DAN IQOMAH FORMAT BARU!



    UPDATE INFORMASI SEPUTAR INTIF
    Rabu, 24 Juni 2020

    1.      Per-Sabtu, 20 Juni 2020 Kantor Gawazat Buuts bagian Wafidin pindah ke kantor baru di samping gerbang asrama Buuts al-Azhar banin. Berikut tautannya: https://goo.gl/maps/QsBng7ChoYPdw25X7
    2.      Di kantor baru akan mulai diberlakukan perpanjangan iqomah menggunakan sistem digital dengan komputerisasi perekaman data; scan paspor, scan sidik jari, pemotretan langsung dan format iqomah menggunakan kartu (tidak lagi berupa cap iqomah di dalam halaman paspor).
    3.      Untuk proses digitalisasi tersebut setiap pengaju diharuskan datang langsung ke kantor Gawazat baru.
    4.      Data yang harus diisi oleh pengaju pun menjadi harus lebih lengkap, khususnya di isian alamat dan nomor telepon di istimarah takdim; alamat harus mencakup nomor imarah, nama jalan, distrik, daerah, kota dan provinsi; nomor telepon harus yang dapat dihubungi.
    5.      Untuk pengaju iqomah lewat Intif yang masuk mulai dari tanggal 17 Juni dipastikan akan menggunakan sistem perpanjangan baru ini.
    6.      Biaya perpanjangan dengan sistem baru ini masih dalam proses perbincangan dan akan diumumkan ketika sudah ada kepastian.
    7.      Sampai saat ini, sudah dilakukan tahap uji coba perekaman data kepada 21 orang masisir pada Senin, 22 Juni lalu.
    8.      Oleh karena peralihan sistem ini Gawazat sedang dalam situasi tidak stabil karena masih harus menyelesaikan sisa berkas menggunakan sistem lama sembari harus mempersiapkan pemberlakuan sistem baru yang berakibat pada hasil takdim-taslim yang biasa diupdate oleh Intif sedikit terganggu.

  • 6 comments:

    1. Semoga dapat dengan sistem baru ini dapat mempermudah dan mempercepat proses pengajuan visa

      ReplyDelete
    2. bagaimana dengan yang tinggal di sakan min ?
      gak bisa kluar ama sekali
      gmn solusinya

      ReplyDelete
    3. bagaimana dengan yang tinggal di sakan min ?
      gak bisa kluar ama sekali
      gmn solusinya

      ReplyDelete